Monday, March 25, 2013

Mengenali Warna Kabel Kiprok Motor




Dalam semua tipe kendaraan bermotor yang ada  relatif sama dari merek Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan lain sebagainya. Hanya saja penempatan soket serta warna kabel saja yang berbeda. Dan sedikit gambaran


Tabel diatas buat pabrikan raksasa Jepang punya serta pengisian untuk 1/2 gelombang. Sebenernya prinsip rangkaian sitem pengisian untuk kesemua merek sepeda motor itu sama hanya saja bentuk dan warna kabelnya yang berbeda

Gejala Motor F1ZR Bergetar Hingga Overheat


Salam jumpa buat para pencinta pis-er semua, pada ulasan kali ini sembari mengisi waktu luang maka dari itu saya sempatkan menulis artikel terkait getaran di motor Yamaha F1ZR. Mungkin judul artikel kali ini lebih terfokus pada getaran motor yamaha F1ZR semata, tapi tidak menutup kemungkinan juga berhubungan dengan motor sekelas 2 tak lainnya. 

Mungkin kita sering mendengar atau mengalami sendiri jika motor yang kita sayangi mesinnya bergetar hebat saat berada diputaran atas. Sebenarnya banyak faktor dari getaran ini maklum biasanya motor sekelas Yamaha F1ZR ataupun si kakak yang lebih tua seperti Yamaha Force 1 ataupun Yamaha Alfa sudah uzur alias termakan umur, jadi mungkin adalah suatu hal yang wajar jika sudah saatnya musti ada perbaikan disana sini maklum umur tunggangan kadang sudah hampir menemani separuh umur si empunya hehe.

Sesuai dengan judul yang saya tulis diatas mengapa motor pis-er kita bergetar hingga overheat atau piston macet jadi tanpa berlama-lama kita langsung saja mengulas tiga faktor yang pemicu bergetarnya motor tersebut, dari artikel ini berdasarkan analisa pribadi dan pengalaman saya berkecimpung di dunia pis-er yaitu 

A. Kruk As/Crankshaft 
B. Rumah Kampas Kopling
C. Magnit 

A. Kruk As/Crankshaft. Dari tiga faktor yang ditulis diatas saya memasukkan Kruk As diurutan pertama karena menurut saya pemicu yang terbesar dari bergetarnya mesin adalah pada bagian ini selain karena faktor umur kendaraan, perawatan atau perlakuan si pengendara itu sendiri dan mungkin ada faktor pemicu lain tabrakan dsb. 
Hal yang paling lazim membuat kruk as oblak yaitu 
*. Bearing kruk as yang kocak dan musti diganti baru, ongkos satu pasang bearing kruk as F1ZR biasa tak lebih dari Rp.100 ribu, merk pun terserah mau yang finlandia, france versi standart atau racing monggo saja. kalau saya sih pake yang standart SKF Enduro
*. Stang piston sudah tua atau asu upppsss maksudnya sudah aus hehe. Nah kalau di sektor ini biasa kita musti meronggoh kocek lebih dalam :D
*. Kruk As/Crankshaft itu sendiri, yang putaranya tidak seimbang atau tidak balance, untuk yang satu ini mungkin kita bisa sedikit bernafas lega soalnya biaya stel kruk as di bengkel tidak terlalu mahal di daerahku samarinda biasa bengkel mematok harga Rp.40 ribu rupiah.


Dari penjelasan diatas bukan tidak mungkin putaran kruk as menjadi oblak atau tidak center, bisa saja getaran masih terasa kecil jika pada putaran mesin (rpm) rendah, tapi jika diputaran atas maka getaran akan terasa besar dan jika dipaksa terus-menerus akibatnya bisa fatal, hingga menyebabkan panas berlebih dan piston macet atau overheat.

Sebagian orang berfikir ada yg tidak benar dengan cooler system (kipas mesin) atau mungkin motor kekurangan konsumsi oli samping, tapi saat mereka menambahkan konsumsi oli samping hal serupa selalu terulang alias piston macet . Perlu difahami bahwa mengurangi panas dalam block mesin tidak hanya dipengaruhi oleh campuran oli samping udara dan bensin saja, tapi masih banyak faktor lain yaitu gesekan piston itu sendiri dengan blok silinder. Jika di ibaratkan bagaimana mungkin dihindari panas berlebih di blok apabila jalur atau rel pistonnya saja sudah melenceng dari jalur gesekkannya, hal ini di akibatkan kruk as yang oblak, alhasil motor pis-ae kita asapnya ngebul dan saat digeber lama tetap saja tetap saja pistonya macet. .

B. Rumah Kampas Kopling


Untuk yang satu ini bisa dibilang jarang menjadi faktor getaran tapi sebagian pengguna kadang tidak sadar bahwa rumah kampas kopling kadang tidak center, kadang sebagian kita ada yang memodifikasinya  Kadang juga ada yang membubut agar bisa diaplikasi dengan kampas merk motor lain, contoh kecil adalah kampas Suzuki FR baik untuk keperluan harian atau racing dan hal ini sah-sah saja asal yang mengerjakan teknisi  yang berpengalaman. Hal yang paling lazim membuat getaran yaitu pada saat kita mengganti rumah koplingnya. Mungkin karena kendala ongkos kadang kita hanya dengan mengganti rumahannya saja dan itu saya kira adalah hal bijak karena alasan penghematan dan. Saat proses keling/press baja terkadang bengkel tidak center teliti saat proses pengelingan. Untuk cara mengetahuinya kita bisa mengecheck sendiri dengan menginjak kick starter satu atau dua kali saat rumahan dipasang dimotor bisa dilihat sendiri apakah putaranya balance atau tidak.

C. Magnet
Gejala magnet bergetar memang sangat jarang apalagi untuk magnet standar, hal yang memungkinkan magnet bergetar hanya pada magnet yang sudah dimodifikasi atau bubutan untuk magnet pabrikan racing hampir jarang ditemukan yg tidak center. untuk cara mengetahuinya sama dgn proses diatas. 
Dari semua penjelasan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa gejala mesin bergetar tidak bisa dianggap remeh karna selain membuat pengendara tidak nyaman sudah tentu juga dapat mempengaruhi parts yg lain contohnya adalah overheat pada piston. Mungkin masih banyak factor penyebab yang lain karena saya yakin masih punya keterbatasan pengalaman dan sudi kirannya teman-teman yang lain mau berbagi/share pengalaman untuk menambah referensi. Pada postingan yang akan datang saya coba mengulas tentang  teknik menggulung spool untuk pengapian magnet F1ZR jadi kita tunggu saja .
Salam F1ZR mania J


Thursday, November 1, 2012

Tips Kelistrikan Motor Bebek


Berat lempengan pengganti bisa diatur
Pengapian
tanpa magnet atau biasa dibilang total loss. Di Indonesia, pertama muncul di awal tahun 2000-an. Waktu itu dikenalkan oleh Bobeng alias Sugiono dari Purwokerto.

Ketika itu dianggap aneh. Karena motor yang menggunakan CDI umumnya masih sistem AC. Arus listrik buat CDI di suplai dari sepul yang masih AC walaupun dilewatkan kiprok terlebih dahulu.

Namun selanjutnya pangapian sistem CDI muncul di Suzuki Shogun 125, menggunakan arus DC. Sehingga arusnya bisa disuplai dari aki. “Meski sepul mati, mesin tetap hidup asalkan setrum aki masih cukup untuk CDI,” tegas Bobeng yang masih rajin melakukan berbagai riset.

Dari situ sebenarnya imbas magnet bisa tidak dipakai. “Apalagi kalau sudah menggunakan magnet bikin berat kerja mesin. Biar putaran enteng, bisa lepas magnet,” ujar Bobeng.

Lepas magnet sama saja disebut total loss. Namun untuk tahap satu, total loss bisa dilakukan hanya dengan melepas sepul dahulu. Di motor sekarang, itu bisa dilakukan di Yamaha Mio atau Jupiter.

Dilepasnya sepul magnet, bisa bikin putaran mesin ringan. “Karena tidak ada gaya tarik antara magnet dengan besi angker di gulungan sepul,” jelas pria kurus berkacamata ini lagi.

Namun masih banyak yang merasa kurang puas jika hanya melepas sepul. Akhirnya juga lepas lempengan besi berani di mangkuk magnet. Caranya cukup dicungkil dengan pahat baja dan palu.

Lempengan magnet standar dilepas. Cara mudah total los
Teknik ini juga disebut dengan total loss walau masih menggunakan mangkuk standar. Dan jika dirasa masih kurang ringan, selanjutnya tinggal bubut lagi mangkuk magnetnya.

Tetapi, masih banyak yang sayang mengorbankan magnet standar. Karena harganya cukup mahal. “Untuk itu, bisa diganti dengan lempengan besi yang lebih tipis dan ringan,” lanjut Bobeng yang sekarang sudah di atas 50 tahun .

Besar lempengan pengganti magnet, paling gampang punya diameter seperti magnet asalnya. Sehingga CDI DC yang dipakai bisa pakai yang sesuai aslinya. Juga diikuti membuat tonjolan di lempengan besi itu untuk pick sensor. Atau biasa disebut sensor pulser.

Tinggi tonjolan 1,2 sampai 2 mm. Panjang tonjolan ini ukurannya mengikuti yang standar. Atau tergantung CDI yang mau dipakai. Misalkan Honda Karisma atau Supra X 125 punya panjang pick up pulser 38 mm.

Untuk motor Yamaha seperti Vega R, F1Z-R, Jupiter, Nouvo, Mio, Jupiter MX 135 dan New Mio ukuran pick up pulser sama. Yaitu 57, 55 mm. Yang beda hanya Yamaha Xeon, hanya 47,8 mm.

Sedangkan Suzuki punya panjang pick up pulser beda-beda. Seperti Shogun 125 ukurannya 30 mm. Sedangkan Satria F-150 yaitu 39 mm.

Penting dan perlu diperhatikan, posisi pick up pulser harus sama ketika dipasang. Tentu agar derajat atau timing pengapian sama ketika menggunakan magnet standar dan bandul buatan.

Urusan pemasangan lempengan pengganti magnet kebanyakan mekanik memanfaatkan dudukan aslinya. Caranya, ya harus lepas paku kelingnya dulu.

Kemudian dudukan magnet yang ada alur buat spi magnet itu disatukan dengan lempengan besi buatan. Diikat menggunakan paku keling lagi. Jangan lupa dibalance kembali biar tidak getar.

Jarak pulser ke tonjolan 0,7 mm
CDI DC
Zaman sekarang, sudah enak bikin pengapian total loss. Sebab rata-rata CDI motor sekarang sudah menggunakan sistem DC. Tinggal pilih yang mana dan menyesuaikan panjal tonjolan atau pick pulsernya.

Bahkan banyak tersedia berbagai merek yang bisa diprogram. Sehingga lebih enak untuk berkreasi sesuai dengan setingan mesin.

Namun yang perlu diwaspadai menggunakan total loss bisa mengurangi torsi. Di putaran atas bisa hilang torsinya. Kalau didukung joki yang kelewat berat, torsinya jadi tidak terasa. Makanya lempengan besi pengganti magnet juga tidak bisa dibikin seringan mungkin.

Paling penting lagi, kudu pas meletakkan posisi pulser. Tolerasni jarak dari tonjolan pick up sensor yaitu 0,7 mm. Jangan kelewat jauh atau terlalu dekat. Malah jadi kurang akurat. (motorplus-online.com)

Sunday, October 21, 2012

F1ZR 2002 Kesayangan Domisili Samarinda

                                        
Mungkin sobat semua yg pernah punya motor ini bisa berbagi kenangan betapa dahsyatnya mesin piz-er 110cc. Bahkan hingga akhir dari pensiunnya motor ini tetap menyandang motor tersangar dikelasnya..bahkan kadang mengungguli kelas di atasnya..terserah pendapat sobat semua itu menurut saya :)

Jeroan bak kiri Yamaha F1ZR tahun 2002 rontok

Halo sobat semua saya ingin berbagi pengalaman tentang kejadian yang menimpa motor kesayangan saya. Kejadianya sedari tahun 2010 setelah terakhir kali saya menggandi bearing crank shaf sebelah kiri, pada saat itu setelah mengganti bearing saya buru-buru menutup bak kiri tanpa memperhatikan packingnya. Kesalahanya bukan terletak pada packing bawaan motor, tapi ternyata tanpa sepengetahuan saya ternyata ada lubang buang air yg terletak dibelakang paking. nah paking ini yg buntu alias mampet..
Awalnya saya tidak curiga jika sampai seperti ini parahnya, karat akibat tergenang air yg lama tak bisa keluar akibat buntunya saluran buang yg sebesar batang korek api..setelah dua tahun dipakai tepatnya mei 2012 motor jadi mogok dan ini dia screenshootnya.. 

semoga jadi pengalaman yang bermanfaat buat teman teman semua pengendara piz-er mania :)